Skip to main content

SPARINGKLHK

Air Sungai Tercemar
sumber: radarmojokerto.jawapos.com

Sungai merupakan salah satu sumber daya alam penting yang digunakan manusia untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari irigasi, air minum, hingga ekosistem habitat berbagai makhluk hidup. Namun, limbah cair industri yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari sungai dan menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan maupun kesehatan manusia.

Pengertian Pencemaran Air

Pencemaran air Limbah adalah masuknya komponen lain ke dalam air (baik sungai, danau, laut, maupun air tanah) yang menyebabkan menurunnya kualitas air. Sehingga, tidak layak untuk digunakan oleh manusia, hewan, atau tumbuhan. Pencemaran air ini dapat terjadi akibat aktivitas manusia maupun proses alami.

Jenis-jenis Limbah

1. Limbah Industri

Air limbah dari hasil pengolahan industri ini cenderung mengandung zat berbahaya. Biasanya industri dari pabrik tekstil atau pabrik kertas yang paling banyak menjadi polutan. Jenis limbah dari kedua pabrik tersebut itu memiliki bau yang tidak sedap. Limbah ini disebut dengan limbah organik.

Lain halnya dengan limbah pabrik baja, pabrik cat, dan pabrik farmasi. Limbah dari jenis pabrik ini berupa cairan panas, berbusa, mengandung asam belerang, dengan bau yang menyengat. Limbah ini disebut dengan limbah anorganik.

2. Limbah Rumah Tangga

Namanya juga limbah rumah tangga, asalnya dari hasil kegiatan perumahan, seperti rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah makan, dan puing bahan bangunan. Limbah rumah tangga terbagi atas bahan organik, anorganik, dan bahan berbahaya lainnya.

Limbah organik adalah limbah yang berasal dari makhluk hidup (tumbuhan, hewan, atau manusia) dan dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme. Contoh limbah organik misalnya kulit buah, sayuran, sisa makanan, daun, dan sebagainya.

Limbah anorganik adalah limbah yang berasal dari bahan non-hayati (buatan manusia atau mineral) dan sulit terurai oleh alam. Contoh limbah anorganik, antara lain alumunium, plastik, kaca, kaleng minuman, styrofoam, dan sebagainya.

Kalau limbah berbahaya adalah limbah yang mengandung zat berbahaya yang bisa membahayakan manusia, hewan, dan lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Contoh limbah berbahaya itu bisa berwujud oli bekas yang ada di bengkel-bengkel kendaraan.

3. Limbah Pertanian

Sektor ini ada faktor penyebab limbah, yakni penggunaan pupuk dan bahan kimia. insektisida misalnya, Bahan kimia tersebut memang berfungsi sebagai pembasmi hama, namun namanya berbahan dasar dari obat-obatan ya, pasti ada efek sampingnya untuk kesehatan. Kamu tahu nggak efek dari terpapar insektisida yang berlebihan, bisa menyebabkan pertumbuhan kelenjar tiroid meningkat lho.

Dampak Pencemaran Air

Merusak Ekosistem Air

Pencemaran air sudah pasti akan mengganggu ekosistem di dalamnya. Minyak dan bahan kimia industri dapat meracuni ikan, plankton, dan organisme air lainnya. Tubuh ikan yang sudah terkontaminasi ini, bahkan bisa masuk ke dalam rantai makanan manusia. Selain itu, air yang tercemar tidak bisa dikonsumsi, sehingga masyarakat harus membeli air bersih atau mengolahnya dengan tambahan biaya.

Mencemari Tanah dan Air Tanah

Limbah industri atau limbah domestik yang mencemari tanah dan irigasi pertanian, dapat mencemari air tanah, mengurangi kesuburan tanah, hingga meracuni tanaman. Sampah yang dibuang ke sungai juga dapat menyumbat aliran air, lho. Jika dibiarkan, ketika musim hujan tiba, hal ini bisa menyebabkan banjir di daerah perkotaan dan pedesaan.

Cara Penanggulangan Pencemaran Air

1. Pembuatan Kolam Stablilisasi

Kolam stabilisasi adalah kolam atau laguna yang dirancang untuk mengolah air limbah secara alami dengan bantuan sinar matahari, mikroorganisme, dan tumbuhan air. Hal ini dilakukan untuk menetralisasi zat-zat pencemar sebelum dialirkan ke sungai.

Kolam stabilisasi banyak digunakan dalam pengolahan limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian, terutama di daerah dengan lahan luas dan iklim yang mendukung.

2. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah fasilitas yang dirancang untuk mengolah air limbah agar aman bagi lingkungan sebelum dibuang atau digunakan kembali. IPAL berfungsi untuk menghilangkan polutan, seperti bahan organik, zat kimia berbahaya, logam berat, dan mikroorganisme patogen.

Pengolahan air limbah dengan IPAL ini menggunakan alat-alat khusus dan menggunakan tiga tahapan, yakni primary treatment (pengolahan pertama), secondary treatment (pengolahan kedua), dan tertiary treatment (pengolahan lanjutan)

  • Primary treatment

Tahap ini bertujuan untuk memisahkan partikel besar dan padatan yang terdapat dalam air limbah melalui proses fisik. Mula-mula, air limbah melewati saringan untuk menangkap benda besar, seperti plastik, kertas, kayu, dan sampah lainnya. Kemudian, limbah tersebut ditampung dalam tangki sedimentasi agar partikel berat seperti lumpur, pasir, dan tanah mengendap ke dasar.

Khusus untuk limbah yang mengandung minyak dan lemak, digunakan bak pemisah minyak (oil separator) untuk memisahkan minyak dari air limbah. Air limbah yang sudah lebih bersih dari padatan besar dan minyak akan masuk ke tahap berikutnya, sedangkan lumpur hasil sedimentasi akan dikelola secara terpisah.

  • Secondary treatment

Tahap selanjutnya, akan menggunakan proses biologis untuk mengurai zat organik dalam air limbah dengan bantuan mikroorganisme. Sebagian besar bahan organik dalam air limbah sudah terurai, tetapi masih mengandung mikroorganisme patogen dan zat kimia tertentu, sehingga memerlukan pengolahan lebih lanjut.

  • Tertiary treatment

Tahap terakhir ini bertujuan untuk menghilangkan zat berbahaya, bakteri, dan menyesuaikan kualitas air agar memenuhi standar lingkungan sebelum dibuang atau digunakan kembali. Ada berbagai metode yang digunakan dalam tahap ini.

Misalnya seperti filtrasi pasir, karbon aktif, atau membran untuk menyaring partikel halus yang masih tersisa dalam air; metode disinfeksi; hingga penggunaan kapur (CaCO₃) atau asam sulfat (H₂SO₄) untuk menyeimbangkan pH.

Air limbah yang telah melalui tahap ini menjadi lebih bersih dan aman untuk dilepaskan ke lingkungan atau dimanfaatkan kembali untuk irigasi atau industri.

3. Pengelolaan Excrexta (Human Excreta)

Pengelolaan ini dapat ditemukan dalam septic tank yangbisa diolah dengan cara anaerobik menjadi biogas. Setelah itu bisa dimanfaatkan sebagai sumber gas untuk rumah tangga.

Perlu kamu ingat nih, dalam menangani limbah baik dalam bentuk padat atau cair tetap memperhatikan prinsip ekologi ya yang dikenal dengan 4R. Apa itu 4R? Bukan ukuran cetak foto lho ya. 4R itu:

  • Recycle (daur ulang)
  • Reuse (penggunaan ulang)
  • Reduce (pengurangan penggunaan)
  • Repair (perbaikan)

sumber:

https://greenlab.co.id/news/Bagaimana-Limbah-Cair-Industri-Mempengaruhi-Ekosistem-Sungai

https://www.ruangguru.com/blog/penyebab-dampak-dan-cara-penanggulangan-pencemaran-air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *