Skip to main content

SPARINGKLHK

sumber: news.republika.co.id

Persoalan permukiman di pusat kota cukup beragam, salah satunya adalah tata lingkungan yang tidak teratur. Ketidak teraturan permukiman memyebabkan wilayah itu cenderung kumuh. Di kota manado permukiman serta sejumlah persoalannya perlu di kaji, salah satunya yaitu pengelolaan air limbah domestik.

Pengertian Air Limbah

Air limbah adalah cairan buangan dari rumah tangga, industri maupun tempat–tempat umum lain yang mengandung bahan–bahan yang dapat membahayakan kehidupan manusia maupun mahluk hidup lain serta mengganggu kelestarian lingkungan. Komponen-komponen kimia dalam perairan dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok yang disebut zat-zat organik sintesis, bahan-bahan anorganik, dan gas. Komponen dasar dari senyawa-senyawa organik adalah karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, fosfor, dan sulfur. Tiga kelompok utama dari senyawa organik adalah protein, karbohidrat, dan lipida.

Protein merupakan bahan dasar dari sel-sel binatang, yakni sekitar 40%-60%. Karakteristik yang diketahui dari protein adalah kandungan nitrogen di dalamnya. Karbohidrat merupakan bahan penyusun utama dalam sel tumbuhan dan meliputi selulosa, serat kayu, gula, dan tepung. Lipida tidak terlarut dalam air dan meliputi lemak, minyak, dan waxes (lilin). Saat ini, diproduksi berjuta-juta senyawa organik sintesis. Sebagian besar di antaranya ditemui dalam air alam dan keberadaannya harus diperhatikan karena kebanyakan senyawa organik sintesis bersifat racun dan berbahaya.

Tantangan Air Limbah di Kawasan Permukiman

1. Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk yang begitu cepat terutama di wilayah perkotaan memberikan dampak yang sangat serius terhadap penurunan daya dukung lingkungan. Dampak tersebut harus disikapi dengan tepat, khususnya dalam pengelolaannya, oleh karena kenaikan jumlah penduduk akan meningkatkan konsumsi pemakaian air minum/bersih yang berdampak pada peningkatan jumlah air limbah.

2. Peningkatan Air Limbah

peningkatan jumlah air limbah adalah semakin besarnya volumenya domestik yang harus diolah dan dibuang ke badan air. Terutama yang mengandung ekskreta manusia dapat mengandung patogen yang berbahaya dan oleh karena itu harus dikelola dan diolah dengan baik. Kurangnya pengelolaan dan pembuangan air limbah yang memadai dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, dan mortalitas.

3. Pencemaran Lingkungan

Limbah yang langsung dibuang ke lingkungan akan mengakibatkan pencemaran lingkungan, dimana dampak yang lebih serius dapat menyebabkan munculnya vektor penyakit. Hal ini lama kelamaan akan berdampak besar pada lingkungan sekitar penduduk mengingat jumlah penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun yang akan menyebabkan produksi air limbah juga meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.

Jenis Sistem Pengelolaan Air Limbah

1. Off-Site

Sistem pengolahan terpusat (off-site) diterapkan pada wilayah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi, seperti Desa Sungai Raya dan Desa Limbung.

2. On-Site

Sistem pengolahan setempat (on-site) digunakan pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang rendah, seperti wilayah Desa Kuala Dua dan Desa Teluk Kapuas

Peran SPARING dalam Pemantauan Air Limbah

Sparing memainkan peran penting dalam pengelolaan dan pemantauan, terutama dalam upaya pengendalian dampak negatif yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Dengan adanya pemantauan dari Sparing, data yang didapat menjadi lebih terperinci dan akurat. Hal ini membantu dalam pengukuran dan pengendalian limbah secara lebih tepat serta memastikan bahwa setiap langkah pengelolaan dan pembuangan limbah dilakukan sesuai standar dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh regulasi.

sumber:

https://www.mertani.co.id/post/peran-penting-sparing-dalam-pemantauan-limbah

https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmtluntan/article/view/3556

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *