
Sistem pemantauan kualitas air limbah adalah solusi yang mendukung dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Kualitas air yang baik dibutuhkan untuk berbagai aktivitas bahkan dibutuhkan pula bagi semua makhluk hidup. Pengelolaan air limbah industri yang belum optimal menjadi faktor risiko terhadap kualitas air yang terdegradasi dan berpotensi untuk tercemar oleh zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan.
Pengertian Air Limbah
Air limbah secara sederhana dapat didefinisikan sebagai air yang telah mengalami degradasi akibat adanya pengaruh dari aktivitas maupun kegiatan manusia. Sedangkan kualitas air yang telah terdegradasi berpotensi untuk mengalami perubahan sifat fisik maupun kimia.
Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.80 Tahun 2019 pengertian air limbah adalah sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair. Kualitas air limbah akan turut dipengaruhi oleh bagaimana tingkat baku mutu air limbah.
Baku mutu air limbah adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemar dan atau jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air limbah yang akan dibuang atau dilepas ke dalam media air dari suatu usaha dan atau kegiatan.
Jenis air limbah berdasarkan sumbernya dibedakan menjadi:
- Limbah Domestik
Air limbah domestik dihasilkan dari adanya aktivitas rumah tangga baik dalam lingkungan perumahan, apartemen, pasar, hingga perkantoran. Meskipun demikian, air limbah domestik masih terbagi ke dalam Grey Water untuk air yang dihasilkan dari bekas cucian, mandi, dan dapur serta Black Water untuk air yang mengandung kotoran manusia.
- Limbah Pertanian
Jenis air limbah pertanian seringkali terlarut dan terbawa ke dalam saluran irigasi. Padahal limbah pertanian dapat mengandung sisa pestisida, herbisida, dan pupuk kimia. Sedangkan pemberian nutrisi berlebih pada lahan pertanian berupa pupuk berpotensi untuk menyebabkan pertumbuhan alga yang mengancam ekosistem dalam air karena kekurangan oksigen.
- Limbah Industri
Air limbah industri dapat dihasilkan dari proses manufaktur dan operasional dengan karakteristik yang berbeda antar jenis industri. Misalnya pada industri tekstil yang mengandung pewarna kimia yang kemungkinan akan berbeda dengan industri makanan yang memiliki beban organik dan mudah busuk.
Mengapa Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Diperlukan?
Pemantauan kualitas air limbah secara berkala diperlukan untuk mendukung pengelolaan lingkungan serta mitigasi risiko terhadap kualitas air yang terdegradasi. Air yang merupakan kebutuhan fundamental untuk banyak makhluk hidup turut membutuhkan upaya mitigasi risiko dari berbagai potensi pencemaran. Hal tersebut untuk menjaga keberadaan sumber daya air berada dalam kuantitas dan kualitas yang baik.
Adanya pertumbuhan sektor industri yang memiliki produk maupun penggunaan bahan baku yang bervariatif turut menjadi faktor risiko terhadap potensi adanya degradasi kualitas air. Penggunaan bahan kimia maupun proses ekstraktif pada industri pertambangan menjadi tantangan serius dalam pengelolaan air limbah yang dihasilkan.
Dalam meningkatkan mitigasi risiko terhadap pengaruh air limbah industri, keberadaan sistem pemantauan kualitas air limbah secara terus-menerus dalam jaringan (SPARING) memegang fungsi yang sangat penting. Aplikasi perangkat SPARING pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) mendukung efektivitas dalam pengelolaan air limbah yang dihasilkan. Penggunaan sensor dengan teknologi IoT mendukung pemantauan air limbah secara otomatis dan real-time.
Deteksi Dini dan Respon Cepat Perubahan Kualitas Air Limbah Industri Menggunakan SPARING
Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING) meningkatkan efektivitas pengelolaan air limbah industri dengan akurat. Aplikasi sensor internet of things (IoT) melakukan pengukuran multiparameter yang ada dalam air limbah secara otomatis.Â
Aplikasi perangkat SPARING pada IPAL memegang peran penting dalam melakukan pemantauan berbagai parameter yang ada dalam air limbah. Melalui pemantauan kualitas air limbah,adanya parameter seperti pH, TSS, COD, NH3-N yang terlarut dalam air limbah dapat dideteksi lebih cepat melalui transmisi data secara real-time. Pelaporan terhadap berbagai parameter yang terkandung dalam air limbah secara otomatis mendukung pada evaluasi pengelolaan air limbah hingga operasional industri.
Selain mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui pemantauan kualitas air limbah, aplikasi perangkat SPARING dalam IPAL industri juga bermanfaat untuk menjaga akuntabilitas maupun citra perusahaan dalam mengelola air limbah sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Sumber:
https://peraturan.bpk.go.id/Details/164069/permen-lhk-no-80-tahun-2019